Kindle Fire Coupon Kindle Fire Coupon 2012 Kindle DX Coupon 2012 Kindle Fire 2 Coupon Amazon Coupon Codes 2012 Kindle DX Coupon PlayStation Vita Coupon kindle touch coupon amazon coupon code kindle touch discount coupon kindle touch coupon 2012 logitech g27 coupon 2012 amazon discount codes
Subscribe:Posts Comments

You Are Here: Home » Nasehat » Nasehat Berharga di Bulan Penuh Berkah

ramadhan mubarokBerkata : Asy-Syaikh Sholih Bin Fauzan Bin ‘Abdillah Al-Fauzan -hafidzohulloh-

Segala puji bagi Allah -Subhanahu wata’ala- atas keutamaan dan kebaikannya, mengutamakan kita dengan sampainya kita di bulan romadhon, dan telah mengokohkan kita di dalamnya dengan amal-amal sholih yang mendekatkan kita kepadaNya.

Dan sholawat serta salam atas nabi kita Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wasallam- selaku orang yang terdahulu dalam kebaikan, dan atas keluarganya dan shohabat-shohabatnya selaku orang-orang yang telah beriman kepada beliau dan mengokohkannya dan menolongnya dan mengikuti cahaya yang di turunkan bersamanya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Amma ba’du :

Maka saya wasiatkan kepada kalian dan pada diri saya pada bulan yang berberkah ini agar bertaqwa kepada Allah, dan juga pada bulan-bulan yang lainnya, akan tetapi bulan ini memiliki keistimewaan yang Allah khususkan dengannya, maka dia adalah musim kebaikan.

Dan adalah Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- senantiasa berdoa kepada Allah agar di sampaikan pada bulan romadhon, maka Nabi – Shallallahu ‘alaihi wasallam – berdoa jika masuk pada bulan rajab :

”ya Allah berkahilah kami di bulan rajab dan sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan romadhon” 

Dan Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- senantiasa memberi kabar gembira kepada para shohabatnya dengan datangnya romadhon dan beliau menjelaskan keistimewaannya, maka Nabi – Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

”Wahai seluruh manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung yang penuh berkah…”

Dan beliau memberi motifasi kepada para shohabatnya agar bersungguh-sungguh di dalamnya dengan amal-amal sholih dalam bentuk yang wajib dan yang sunnah, dari sholat dan sedekah, dan mengusahakan perbuatan ma’ruf dan ihsan, dan bersabar di atas ketaatan kepada Allah, dan menyemarakkan siangnya dengan puasa dan malamnya dengan sholat, dan setiap saatnya dengan membaca Al-Qur’an dan berdzikir kepada Allah -Azza wa jalla-.

Maka janganlah kalian menyia-nyiakan (romadhon) itu dengan kelalaian dan penentangan, sebagaimana keadaan orang-orang yang celaka, orang-orang yang lupa kepada Allah maka Allah pun membuat diri-diri mereka lupa, maka mereka sama sekali tidak mendapatkan faedah dari berlalunya musim kebaikan dan mereka tidaklah mengetahui kemuliaannya, dan mereka tidaklah menghargainya.

Banyak dari kalangan manusia tidak mengenal bulan ini kecuali dia adalah bulan yang penuh dengan beraneka ragam makanan dan minuman, maka mereka pun  berlebihan dalam memberi diri-diri mereka apa yang mereka inginkan, dan merekapun memperbanyak membeli perlengkapan makanan dan minuman serta sesuatu yang di maklumi bahwa memperbanyak makan dan minum membuat malas melakukan ketaatan, dan yang di tuntut dari seorang muslim agar mengurangi makan dan minum agar dia semangat dalam melakukan ketaatan.

Dan sebagian manusia tidaklah mengenal bulan romadhon kecuali dia adalah bulan tidur di siang hari dan begadang di malam hari pada perkara-perkara yang tidak berguna atau pada hal-hal yang merusak, maka diapun begadang di kebanyakan malamnya atau bahkan seluruh malamnya, kemudian tidur pada siang hari, sampai-sampai tidak menunaikan sholat-sholat wajib secara berjama’ah dan tidak pula tepat pada waktunya.

Dan sebagian manusia lagi duduk di hadapan hidangan berbuka dan meninggalkan sholat maghrib secara berjamaah, inilah golongan manusia yang tidak menghargai bulan romadhon ,tidak berhati-hati dari merusak kemuliaan romadhon dengan begadang yang diharomkan dan meninggalkan kewajiban dan melakukan perkara-perkara yang di haromkan.

Dan di sisi lain ada jama’ah yang tidak mengenal bulan romadhon kecuali dia adalah musim perdagangan dan melariskan barang dagangan dan mengejar dunia. Maka mereka pun bersemangat melakukan jual beli, mereka menetap di pasar dan meninggalkan masjid, kalaupun mereka ke masjid maka mereka melakukan (ibadah) dengan tergesa-gesa dan merasa berat, mereka tidak bisa berlama-lama di dalamnya karena penyejuk mata mereka di pasar-pasar.

Dan golongan lain dari manusia tidak mengenal romadhon kecuali dia adalah bulan untuk meminta-minta di masjid-masjid dan jalan-jalan, maka dia lalui kebanyakan waktunya berbolak-balik dan berkeliling kesana kemari dan berpindah dari satu Daerah ke Daerah yang lain untuk mengumpulkan harta dengan cara meminta-minta dan menampakkan dirinya sebagai orang yang sangat butuh (santunan), sementara dia orang kaya, dan sebagai orang yang cacat tubuhnya sementara dia sehat, dia ingkari nikmat Allah atas dirinya berupa kekayaan dan kesehatan, dan mengambil harta tanpa haq, dan dia menyia-nyiakan waktunya yang berharga pada perkara yang berbahaya atasnya, maka tidak ada lagi keistimewaan romadhon yang tersisa bagi golongan-golongan manusia ini.

Wahai hamba-hamba Allah…! adalah Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersugguh-sungguh (beribadah) di bulan ini melebihi kesungguhan beliau di bulan-bulan yang lain, walaupun beliau selalu bersungguh-sungguh beribadah pada seluruh waktunya.

Tidaklah beliau di bulan ini fokus pada banyak kesibukan walaupun pada hakikatnya juga bernilai ibadah, akan tetepi beliau fokus pada amalan yang lebih utama kemudian yang lebih utama darinya.

Dan para Salufussholih (para pendahulu yang sholih) meniti jejak beliau dalam perkara tersebut, maka mereka mengkhususkan bulan ini dengan perhatian lebih, dan mereka fokus dengan amalan-amalan sholih di dalamnya, dan mereka memakmurkan malamnya dengan tahajjud dan siangnya dengan puasa dan dzikir dan membaca Al-Qur’an, dan mereka memakmurkan masjid-masjid dengan hal tersebut.

Maka cobalah bandingkan antara keadaan kita dengan keadaan mereka, dan apa yang merupakan prioritas utama kita dengan bulan ini, dan butuh kita ketahui bahwa, sebagaimana dilipat gandakannya (pahala) kebaikan di bulan romadhon maka demikian pula (dosa) kejelekan di bulan romadhon akan di perberat dan semakin besar hukumannya.

Dan hendaknya kita senantiasa bertaqwa kepada Allah -Subhanahu wata’ala- dan senantiasa mengagungkan segala yang terhormat di sisi Allah.

(Sebagaimana firman Allah) :

”Dan barang siapa yang mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu lebih baik baginya di sisi robbnya” [QS. Al-Hajj : 30] 

Semoga Allah -Subhanahu wata’ala- memberi  taufiq kepada kita semua untuk berucap dan beramal sholih, Dan semoga sholawat serta salam atas nabi kita Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wasallam- dan keluarganya serta para shohabatnya.

Diterjemahkan dari kitab : “Ittihafu Ahlil Iman Biduruusi Syahri Romadhon

 Oleh : Al-Ustadz Abul ‘Aliyah Salman Bin Mahmud -hafidzohulloh-

Share

Leave a Reply

© July 12, 2013 Ahlussunnah Mamuju · Subscribe:PostsComments · Portal Wordpress Theme designed by Theme Junkie