Kindle Fire Coupon Kindle Fire Coupon 2012 Kindle DX Coupon 2012 Kindle Fire 2 Coupon Amazon Coupon Codes 2012 Kindle DX Coupon PlayStation Vita Coupon kindle touch coupon amazon coupon code kindle touch discount coupon kindle touch coupon 2012 logitech g27 coupon 2012 amazon discount codes
Subscribe:Posts Comments

You Are Here: Home » Muslimah » Kekhususan Wanita Salafiyah

beautiful-flower-nature-favim-com-456475 Oleh : Asy-Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi’iy Rahimahullah

1.   Dia (Wanita Salafiyah) hendaknya berpegang teguh terhadap Kitabullah Dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sesuai dengan batas kemampuannya, di atas pemahaman Salafush Shalih.

 2.   Dan sepantasnya pula bagi dia (Wanita Salafiyah) bermuamalah  dengan kaum Muslimin dengan muamalah yang baik, bahkan dengan orang-orang kafir.

      Sungguh Allah ‘Azza wa jalla berfirman dalam kitabnya yang mulia :

وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْناً

      “Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia”. [QS. Al-Baqarah : 83]

       Dan firman Allah :

 إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا

     “Sungguh Allah memerintahkan kalian menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya”. [QS. An-Nisa’ : 58]

 Dan juga pada firmannya :

  وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا

“Dan apabila kalian berbicara, maka berlaku adillah”. [QS. Al-An’am : 152]

 Dan juga Allah berfirman :

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَى أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ إِنْ يَكُنْ غَنِيّاً أَوْ فَقِيراً فَاللَّهُ أَوْلَى بِهِمَا فَلا تَتَّبِعُوا الْهَوَى أَنْ تَعْدِلُوا وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيراً

 

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah Kalian sebagai penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap diri kalian sendiri atau terhadap ibu-bapak dan kaum kerabat kalian Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kalian mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kalian memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala yang kalian kerjakan”. [QS. An-Nisa’ : 135]

 3.   Demikian pula wajib bagi mereka menetapi pakaian Islami dan hendaknya menjauhi tasyabbuh (meniru-niru) kebiasaan musuh-mush Islam.

      Telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya dari hadits ‘Abdullah Bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata : bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam :

 مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

     “Siapa yang meniru-niru kebiasaan suatu kaum maka dia digolongkan ke dalam kaum itu”

 Dan Rabb yang maha perkasa berfirman sehubungan dengan pakaian :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ

     “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu”. [QS. Al-Ahzab : 59]

 Dan diriwayatkan At-Tirmidzi dalam kitab Jami’nya dari hadits Abdullah Bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

 المَرْأَةُ عَوْرَةٌ، فَإِذَا خَرَجَتْ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

“Wanita itu adalah aurat, maka apabila dia keluar, syaithan akan menghiasinya”

 4.   Dan kami nasehati mereka (wanita salafiyah) agar berbuat baik kepada suami mereka, apabila mereka mengidam-idamkan kehidupan bahagia.

      Sungguh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

 إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا المَلاَئِكَةُ

      “Apabila seorang lelaki mengajak istrinya ke tempat tidurnya kemudian dia enggan, maka malaikat akan melaknatnya”. [Muttafuqun ‘alaihi]

       Dan di dalam Shahih Muslim :

 إِلَّا كَانَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ سَاخِطًا عَلَيْهَا

      “Melainkan yang di langit senantiasa murka atasnya”

 5.   Dan demikan pula, Wanita salafiyah harus mendidik anak-anaknya dengan pendidikan Islamiyah, telah diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dalam kitab shahih keduanya dari hadits Abdullah Bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata : Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam :

 كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

      “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban akan kepemimpinannya”.

       Dan Nabi menyebutkan tentang wanita bahwasanya dia :

       رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا

      “Pemimpin di rumah suaminya, dan akan dimintai pertanggungjawaban akan kepemimpinannya”.

       Dan di dalam Ash-Shohihain dari hadits Ma’qil Bin Yasar Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

 ما من راع يسترعيه الله رعيه ، ثم لم يحطها بنصحه إلا لن يجد رائحة الجنة ” فلا ينبغي أن تشغلها الدعوة عن تربية أبنائها

     “Tidak seorangpun pemimpin yang Allah berikan tanggungjawab kepemimpinan kepadanya, kemudian dia tidak mengembannya dengan nasehat, melainkan dia tidak akan mencium baunya Surga”.

 Maka tidak pantas jika urusan Dakwah yang menyebabkan mereka (Wanita Salafiyah) lalai dari pendidikan anak-anaknya.

 6.   Demikian pula seharusnya Wanita Salafiyah ridho (menerima) terhadap apa yang ditetapkan oleh Allah dari keutamaan kaum lelaki di atas kaum wanita.

      Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

 وَلا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ

      “Dan janganlah kalian iri hati terhadap sesuatu yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kalian, lebih banyak dari sebahagian yang lain.” [QS. An-Nisa’: 32].

       Dan juga firman Allah :

 الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلاً

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shalih, ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kalian khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaati kalian, maka janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.” [QS. An-Nisa’: 34].

 Dan di dalam Ash-Shohihain dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam :

وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا، فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ

“Berwasiatlah kalian terhadap kaum wanita dengan wasiat yang baik, karena sungguh mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sungguh yang paling bengkok dari tulang rusuk tersebut adalah bagian atasnya. Apabila engkau meluruskannya (dengan paksaan) maka engkau akan mematahkannya, dan apabila engkau membiarkannya, maka dia akan terus bengkok”.

Maka hendaknya kaum Wanita bersabar atas apa yang telah ditaqdirkan Allah untuknya, dari mengutamakan kaum lelaki atas mereka, dan bukanlah maknanya kaum lelaki itu memperbudak mereka.

 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda sebagaimana yang diriwayatkan dalam Jami’ut tirmidzy :

 اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا، فَإِنَّمَا هُنَّ عَوَانٌ عِنْدَكُمْ ، لَيْسَ تَمْلِكُوْنَ مِنْهُنَّ غَيْرَ ذَلِكَ أَلَا إِنَّ لَكُمْ فِيْ نِسَاءِكُمْ حَقًّا ، أَلَا وَإِنَّ لِنِسَائِكُمْ عَلَيَكُمْ حَقًّا ، فَحَقُّكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لَا يُوطِئْنَ فُرُشَكُمْ مَنْ تَكْرَهُونَ وَلَا يَأْذَنَّ فِي بُيُوتِكُمْ مَنْ تَكْرَهُونَ ، وَحَقُّهُنَّ عَلَيْكُمْ أَنْ تُحْسِنُوا إِلَيْهِنَّ فِي طَعَامِهِنَّ وَ كِسْوَتِهِنَّ

“Berwasiatlah kalian dengan wasiat yang baik terhadap kaum wanita, karena mereka adalah pasangan di sisi kalian, kalian tidaklah memiliki mereka selain itu, ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian memiliki haq atas istri-istri kalian, ketahuilah bahwa istri-istri kalian memiliki haq atas kalian, maka haq kalian atas mereka adalah tidak boleh ada orang yang kalian benci berbaring di atas kasur kalian, dan tidak diperbolehkan dia mengizinkan orang yang kalian benci masuk di rumah kalian, dan haq mereka atas kalian ,adalah kalian harus berbuat baik kepada mereka dalam member makan dan member pakaian kepada mereka”. [HR. Tirmidzy].

 Dan di dalam Musnad Imam Ahmad dari hadits Muawiyah Bin Haidah, bahwasanya ada seorang lelaki berkata, wahai rasulullah, apa haq istri kami atas kami.?

Nabi menjawab :

 أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ، وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ، أَوِ اكْتَسَبْتَ، وَلَا تَضْرِبِ الْوَجْهَ، وَلَا تُقَبِّحْ، وَلَا تَهْجُرْ  إِلَّا فِي الْبَيْتِ

“Engkau member makan kepada mereka jika engkau makan, dan engkau member pakaian kepada mereka jika engkau berpakaian, dan jangan engkau memukul wajah, dan jangan engkau mendoakan kejelekan, dan jangan engkau menghajrnya (memboikot) kecuali di dalam rumah”.

 Maka -semoga Allah memberkahi kalian- hendaknya kita seluruhnya tolong-menolong dalam kebaikan.

Seorang lelaki bermuamalah dengan istrinya dengan muamalah Islamiyah dan menolong dia dalam menuntut ilmu dan menolong dia atas dakwah kepada Allah.

Dan seorang wanita bermuamalah dengan suaminya dengan muamalah Islamiyah dan menolongnya dalam menuntut ilmu dan atas dakwah kepada Allah dan menolongnya dalam memberikan pendidikan yang baik kepada yang ada di rumahnya, maka sungguh Allah ‘Azza wa jalla berfirman :

 وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الْأِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

 “Dan tolong-menolonglah kalian di atas kebajikan dan ketaqwaan, dan janganlah tolong-menolong di atas dosa dan permusuhan.” [QS. Al-Maidah : 2].

 Semoga Allah memberikan pertolongan.

 Dikutip dari kitab Majmu’ul Fatawa An Nisaiyah karya Asy-Syaikh Muqbil Al-Wadi’iy

 Sumber : http://www.sahab.net/home/?p=724

 Diterjemahkan oleh : Ustadz Salman Mahmud hafizhahullah

Share

Leave a Reply

© January 4, 2014 Ahlussunnah Mamuju · Subscribe:PostsComments · Portal Wordpress Theme designed by Theme Junkie