Kindle Fire Coupon Kindle Fire Coupon 2012 Kindle DX Coupon 2012 Kindle Fire 2 Coupon Amazon Coupon Codes 2012 Kindle DX Coupon PlayStation Vita Coupon kindle touch coupon amazon coupon code kindle touch discount coupon kindle touch coupon 2012 logitech g27 coupon 2012 amazon discount codes
Subscribe:Posts Comments

You Are Here: Home » Nasehat » Penghulu Permohonan Ampun

Wahai saudaraku yang merindukan pengampunan dan mengharapkan sorga yang abadi penuh dengan kenikmatan yang tak pernah dilihat dan tak pernah di dengar serta tak pernah terbetik dalam jiwa, karna betapa besar kenikmatan tersebut. kita perhatikan istighfar ini kita pahami kandungan maknanya, kita amalkan penuh harapan kepada Allah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan :

AKHIR

Nabi -shollallahu alaihi wasallam- bersabda:
“Barangsiapa membaca dzikir ini di waktu pagi -dengan meyakini (serta memahami makna)nya-, lalu ia meninggal sebelum waktu sore, maka ia termasuk ahli surga. (Begitu pula) barangsiapa membacanya di waktu sore -dengan meyakini (makna)nya-, lalu ia meninggal sebelum pagi, maka ia termasuk ahli surga”. [HR. Bukhori].

 Faedah-faedah dari Sayyidul Istighfar  :

1. Sayyidul istighfar adalah penamaan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maknanya adalah pemimpinnya istighfar (meminta pengampunan)

2. Di dalamnya terkandung banyak pengakuan sebelum meminta ampun, ini merupakan pendidikn adab bagi seorang hamba terhadap Rabbnya apabila meminta ampun atau berdo’a yang lainnya,

3. Diantara adab-adab yang terkandung di dalamnya adalah :

– Mengakui bahwa Allah adalah Rabbnya, makna dari kata Rabb : yang Mencipta, Mengatur dan Menguasai (Allah yang menciptakan segala sesuatu dan mengatur segala sesuatu – rezki kita, ajal, jodoh, berhasil dan tidaknya..- dan menguasai segala sesuatu- tidak ada ada yang kuasa kecuali yang Allah berikan kemampuan padanya- karna itu jangan bergantung dan takut kepada selain Allah). lihat : [QS.Al-baqarah: 21-]

–  Mengakui bahwa “tidak ada yang berhak untuk di ibadahi/disembah dengan Benar kecuali Allah semata” Lihat : [QS. Luqman : 30] dan [QS. Al-Hajj : 62] ,dan ini adalah makna tauhid kepada Allah dan asal dari tujuan kita di ciptakan, lihat : [QS. Adz-dzariyat: 56]

– Mengakui bahwa diri kita adalah hamba Allah, artinya kita menyadari sepenuh hati bahwa kita ini hamba Allah yang di atur olehNya yang siap harus selalu tunduk kepadaNya dengan Beribadah,

– Mengakui perjanjian kita dengan Allah ketika di alam ruh (QS. Al-a’raf : 172) dan mengakui / meng-imani akan janji Allah di akherat, berupa sorga penuh dengan kenikmatannya bagi orang- orang yang bertobat dan beramal shaleh, serta Neraka dengan berbagai siksaannya yang di persiapkan bagi pelaku dosa dan orang-orang yang tidak berimam serta lalai dari perintah- perintah Rabbnya,

 – Dari kata “semampu saya”- ini bukan artinya kita melakukan perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah hanya menurut ukuran kita masing-masing. Akan tetapi semampu kita dengan kadar yang memang Allah tetapkan (misal : ada yang mengatakan saya tidak mampu sholat jamaah di masjid, tetapi kenapa bisa pergi ke tempat usahanya setiap waktu dengan tepat dan ringan walaupun banyak rintangan yang dia lewati – hujan, kluarkan biaya, tinggalkan keluarga, korban perasaan dll)

Fikirkanlah !!! wahai hamba yang berakal cerdas.

- Mengakui terhadap nikmat-nikmat Allah -azza wa jalla- terhadap diri kita, mengapa kita tega berbuat maksiat kepada yang memberi kita nikmat setiap saat walaupun tanpa di minta, dan kenapa kita tidak mau taat kepadaNya. Sungguh ini hal yang sangat tidak pantas kepada Allah.

 – Mengakui dosa-dosa kita, ini menunjukkan kesadaran serta kesungguhan seorang hamba dalam bertobat dan meminta pengampunan. Dengan menyadari dan betul-betul paham bahwa dia telah salah kepada Allah dan mengakui akan kelemahan dirinya serta menyadari akan keagungan Allah.

Sebab apabila seorang hamba tak merasa salah, maka dia tidak akan bertobat.

Inilah rahasia kenapa bid’ah lebih di sukai oleh iblis dari pada maksiat, sebab pelaku bid’ah merasa bahwa dia melakukan ketaatan kepada Allah dan memperoleh kebaikan. Beda dengan pelaku maksiat yang kebanyakan sadar kalau itu perbuatan salah (coba tanya pelaku maksiat, perampok , pecandu narkoba ) kebanyakan merasa salah dan banyak berkata nanti kami akan bertobat.

- Kemudian meminta ampun dan mengakui tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Allah- Jalla wa ‘ala.

Inilah sedikit faedah dari sayyid al-istighfar, yang banyak terkandung pendidikan bagi kita sebagai hamba dan manjadi renungan kita untuk menjalani kehidupan kita di dunia ini menuju akherat yang kekal abadi.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang senantiasa mengamalkan istighfar ini dengan sepenuh hati, dan menjadikan kita sebagai hamba yang senantiasa bertobat dan mendapatkan sorga yang abadi.  Waffaqanallahu wa iyyakum ajma’iin.

Al-Ustadz Musaddad hafizhahullah

Share

Leave a Reply

© July 25, 2014 Ahlussunnah Mamuju · Subscribe:PostsComments · Portal Wordpress Theme designed by Theme Junkie