Kindle Fire Coupon Kindle Fire Coupon 2012 Kindle DX Coupon 2012 Kindle Fire 2 Coupon Amazon Coupon Codes 2012 Kindle DX Coupon PlayStation Vita Coupon kindle touch coupon amazon coupon code kindle touch discount coupon kindle touch coupon 2012 logitech g27 coupon 2012 amazon discount codes
Subscribe:Posts Comments

You Are Here: Home » Nasehat » Nasehat Ulama Kibar

­­11081557_943178495745052_1450989806_n

Tanya jawab Bersama :

ASY-SYAIKH DR. SHOLIH BIN FAUZAN AL FAUZAN حفظه الله

(Diterjemahkan & ditranskrip Oleh : Ust. Salman Mahmud حفظه الله)

Berkata Penanya :

Menjadi permasalahan bagi kami atau menjadi permasalahan bagi kebanyakan pemuda di zaman ini, masalah TABDI’ (menghukumi ahli bid’ah) untuk sebagian orang, tatkala manusia dan para pemuda terbagi menjadi 2 golongan :

Satu golongan menerima Tabdi’ dari seorang ulama jika benar, maka dia pun mengharuskan orang lain (untuk menerima, Pent) karena hal itu dari bab menerima khobar orang yang Tsiqoh (terpercaya).

Dan satu golongan lagi berkata :

Sesungguhnya masalah Tabdi’ termasuk permasalahan Ijtihadiyah, maka dibangun atas hal ini, dilihat siapa yang punya kemampuan dalam hal itu dan ketika itu dia mengambil pendapat siapa yang dia kuatkan.

Sungguh perkara ini menjadi permasalahan bagi kami -semoga Allah menjaga anda-, maka apa nasehat anda untuk kami.?

Beliau Menjawab :

Allah tidaklah membebani kalian untuk MENTABDI’ manusia dan menghukumi mereka sebagai MUBTADI’ (ahli bid’ah), Allah tidaklah membebani kalian akan hal itu.

Sekarang TUNTUTLAH ILMU (Agama), jika kalian menuntut ilmu, kalian akan mengetahui bid’ah dan ahli bid’ah.

Adapun jika kalian memaksa lisan-lisan kalian untuk mencari setiap yang menyelisihi dan setiap yang melakukan sesuatu ini Mubtadi’ (ahli bid’ah), dosa ucapan ini akan kembali kepada kalian, dosa ucapan ini akan kembali kepada kalian.

Maka wajib bagi setiap orang menahan lisannya dari perkara-perkara ini dan hendaknya dia menuntut ilmu, hendaklah dia sibuk menuntut ilmu.

Allah tidaklah membebani dia untuk mencari-cari kesalahan manusia, kalian berusaha mencari-cari ini mubtadi’, ini fasiq, ini ada sesuatu padanya, Ya, mungkin saja padanya ada sesuatu yang dikritik.

Merupakan kewajiban bagi kita untuk bertaqwa kepada Allah di dalam diri-diri kita, Ya.

Allah ta’ala yang maha mengetahui.

—————————————————-

Silahkan download dan dengarkan suara Beliau (Asy-Syaikh Sholih Al Fauzan حفظه الله) pada link berikut :

Download Audio

Pertanyaan :

Semoga Allah berbuat baik kepada Anda.

Kita tutup dengan pertanyaan ini, apakah ada kalimat yang berberkah yang anda berikan kepada anak-anak anda dan Saudara-saudara anda para penuntut ilmu di tengah ummat Islam seluruhnya.?

Jawaban :

Iya, suatu kalimat kami nasehatkan agar (kalian) bertaqwa kepada Allah dan melanjutkan menuntut ilmu dan agar bersemangat atas hal tersebut, dan mengamalkan ilmu yang Allah telah berikan kepada kalian dan berdakwah kepada Allah azza wajalla mengajarkan manusia apa yang telah kalian pelajari dan meninggalkan perseteruan yang sekarang terjadi di tengah-tengah penuntut ilmu.

Perseteruan dan saling mencerca dan adu domba diantara mereka, sehingga mereka memperlalaikan ummat dan memperlalaikan para penuntut ilmu (dengan perkataan, Pent) Tahdzir (peringatan) dari si Fulan, jangan kalian duduk bersama si fulan, jangan kalian belajar kepada si fulan, ini tidak boleh.

Jika si fulan memiliki kesalahan, maka nasehatilah antara engkau dan dia, adapun jika engkau menyebarkan ini di tengah manusia dan engkau mentahdzir manusia sementara dia seorang ‘Alim (berilmu) atau seorang penuntut ilmu atau dia seorang yang sholih akan tetapi terjatuh dalam kesalahan, maka ini tidaklah mengaharuskan untuk disebarkan.

(Allah berfirman) :

إِنَّ الَّذينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشيعَ الْفاحِشَةُ فِي الَّذينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذابٌ أَليمٌ فِي الدُّنْيا وَ الْآخِرَةِ وَ اللهُ يَعْلَمُ وَ أَنْتُمْ لا تَعْلَمُون

“Sesungguhnya orang-orang yang senang jika kekejian itu tersebar untuk orang-orang yang beriman, maka mereka akan mendapatkan azab yang pedih di dunia dan akhirat dan Allah maha mengetahui dan kalian tidak mengetahui”. (QS. An-Nur : 19)

Maka yang wajib adalah saling menasehati diantara kaum muslimin, yang wajib adalah saling mencintai diantara kaum muslimin.

Terutama bagi para penuntut ilmu, terutama terhadap para ulama, memuliakan para ulama dan tidak mewasiatkan untuk menjauhi mereka dan (tidak) memperingatkan untuk menjauhi mereka.

Hal ini telah menyebabkan kejelekan yang sangat banyak, menyebabkan pertikaian dan permusuhan dan menyebabkan fitnah, maka jauhilah perkara-perkara ini.!!!

Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan

Dan jadilah kalian sebagaimana yang diinginkan oleh Allah subhanahu wata’ala :

إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً

“Sesungguhnya inilah ummat kalian, ummat yang satu”. (QS. Al-Anbiya’ : 92)

(Dan Allah berfirman)

وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang berpecah dan berselisih setelah datangnya penjelasan kepada mereka dan mereka itulah orang-orang yang akan mendapatkan azab yang besar”. (QS. Ali Imran : 105)

Bersemangatlah di atas persaudaraan, bersemangatlah di atas nasehat-menasehati diantara kalian, bersemangatlah saling tolong-menolong di atas kebaikan dan ketaqwaan dan berhati-hatilah dari perkara yang dapat memecah belah kaum muslimin, terkhusus di zaman ini.

Kaum Muslimin sekarang sangat butuh kepada persatuan, butuh untuk menyudahi pertikaian diantara mereka, butuh kepada saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan, janganlah kalian menjadi penolong terhadap musuh dalam mencerai-berai dan memecah belah kaum muslimin.

Jika terjadi perpecahan diantara ulama dan para penuntut ilmu, siapa lagi yang tersisa bagi ummat ini.?

Orang-orang awwam tidaklah memiliki penjelasan atas para penuntut ilmu untuk melakukan perbaikan di tengah manusia, untuk memberi pengajaran di tengah manusia.

Maka tinggalkanlah perkara-perkara ini, dan pertikaian ini, dan perselisihan ini, dan sifat yang tercela ini.

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا

 “Dan janganlah kalian saling menggunjing antara satu dengan yang lainnya, apakah salah seorang diantara kalian senang untuk memakan bangkai saudaranya”. (QS. Al-Hujurat : 12)

 وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ. هَمَّازٍ مَّشَّاء بِنَمِيمٍ. مَنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ

 “Dan janganlah kalian taati setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela yang kesana kemari mengadu domba, yang banyak menghalangi kebaikan, melampaui batas lagi pendosa”. (QS. Al-Qolam : 10-12)

Jangan kalian mentaati mereka, janganlah kalian menjadi penolong syaithon dalam memecah belah ummat, dan dalam melemahkan ummat, jika kalian mendapatkan ada cela pada mereka maka nasehatilah mereka.

Jika memang benar (kesalahan) ini, jangan kalian menyebabkan desas-desus.

 يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن جَآءَكُمۡ فَاسِقُۢ بِنَبَإٍ۬ فَتَبَيَّنُوٓاْ أَن تُصِيبُواْ قَوۡمَۢا بِجَهَـٰلَةٍ۬ فَتُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَا فَعَلۡتُمۡ نَـٰدِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang-orang fasiq membawa sesuatu berita, maka telitilah, agar engkau tidaklah menimpakan sesuatu pada suatu kaum dengan kejahilan yang menyebabkan engkau menyesal”. (QS. Al-Hujurat : 6)

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا ضَرَبْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَتَبَيَّنُوا وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمُ السَّلَامَ لَسْتَ مُؤْمِنًا

“Hai orang-orang yang beriman, jika kalian berjalan di jalan Allah maka telitilah, dan janganlah kalian mengatakan terhadap orang-orang yang menyampaikan salam kepada kalian, engkau bukanlah sebagai orang yang beriman”. (QS. An-Nisa’ : 94)

Allah jalla wa alaa telah memotifasi persatuan kaum muslimin dan persatuan kalimat kaum muslimin dan di atas tolong menolong dan saling menasehati.

Kami tidaklah mengatakan : “Tinggalkan (baca : biarkan) lah kesalahan, tidak, perbaikilah kesalahan”.

Kami katakanan : “Perbaikilah Kesalahan” jangan kalian biarkan kesalahan, akan tetapi perbaikilah kesalahan dengan jalan-jalan yang Syar’i.

Semoga Allah memberi taufiq kepada seluruhnya terhadap apa yang dicintai dan diridhoinya.

Dan semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah atas Nabi kita Muhammad dan atas keluarganya dan para shabatnya seluruhnya.

—————————————————-

Silahkan download dan dengarkan suara Beliau (Asy-Syaikh Sholih Al Fauzan حفظه الله) pada link berikut :

Download Audio

Share

Leave a Reply

© March 29, 2015 Ahlussunnah Mamuju · Subscribe:PostsComments · Portal Wordpress Theme designed by Theme Junkie